- Diposting oleh : Mahasiswa Cumlaude
- pada tanggal : 08 April
Dr. Raeni, M.Sc bekerja sebagai dosen di Universitas Negeri Semarang (Foto: Medankampus.com)
Medankampus.com - Di tahun 2014 lalu banyak dari kamu yang pastinya mendengar kisah tentang anak seorang tukang becak bernama Raeni yang menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3.96 di Universitas Negeri Semarang kan? Nah, setelah kelulusan Raeni mendapatkan berbagai tawaran beasiswa untuk melanjutkan kuliah S2.
Saat itu gadis kelahiran Kendal ini berhasil mendapatkan beasiswa LPDP untuk melanjutkan pendidikan S2 nya di University of Birmingharm, Inggris.
Yuk kepoin Bimbel Ruang Generasi
Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas mengenai kisah inspiratif Raeni dalam memperoleh beasiswa LPDP untuk kedua kali dalam melanjutkan pendidikan S3 nya.
Setelah lulus S1 dari Universitas Negeri Semarang (UNNES), Raeni lanjut kuliah S2 di University of Birmingham, Inggris dan telah wisuda pada Desember 2016 lalu.
Akhirnya Raeni berhasil mewujudkan salah satu mimpinya untuk bekerja sebagai seorang dosen.
Setelah kelulusan, Raeni mendapat kesempatan untuk mengabdi di almamaternya yaitu Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai dosen Pendidikan Ekonomi konsentrasi Pendidikan Akuntansi (home-based).
Selain berprofesi sebagai dosen di UNNES, Raeni juga disibukkan dengan kegiatan-kegiatan di luar mengajar yaitu mengisi seminar.
Beberapa topik yang seringkali dibahas oleh Raeni di seminar-seminar adalah pentingnya pendidikan di era kemajuan teknologi, kolaborasi dengan orang tua, pentingnya belajar bahasa global, beasiswa-beasiswa hingga ekonomi syariah.
Raeni berharap orang lain bisa memiliki semangat yang lebih tinggi dalam melanjutkan dan menyelesaikan pendidikannya setinggi mungkin demi masa depan yang lebih baik.
Bagi Sebagian orang, meraih gelar S2 di Universitas Birmingham dan memiliki pekerjaan sebagai dosen di Universitas Negeri Semarang sepertinya ini sudah lebih dari cukup, tapi bagi Raeni hal itu belum cukup.
Apalagi kondisi keuangan keluarga juga semakin membaik dan sang ayah yang dulunya harus bekerja ektra dengan menjadi penjaga malam di sekolah dan mengayuh becak, kini cukup bekerja sebagai penjaga malam.
Bagi Raeni, pendidikan tinggi bukan semata-mata berakhir dengan finansial yang stabil, Raeni menganggap bahwa sekolah setinggi akan menjadi bekal untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Gadis kelahiran 13 Januari 1993 ini menganggap pendidikan sebagai media investasi di mana akan ada return optimal di masa depan.
Beruntungnya Raeni lahir di keluarga yang memiliki pandangan positif dalam hal pendidikan, kedua orang tuanya sangat mendukung pilihan dan harapan Raeni untuk melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi, yakni doctoral (Doktor-S3).
Raeni pun melanjutkan pendidikan di jenjang doktoral di Universitas Birmingham, universitas yang sama saat S2 (Magister).
Setelah melalui perjuangan cukup panjang dalam mengikuti seleksi masuk di perguruan tinggi jalur beasiswa, akhirnya Raeni berhasil lolos dan mulai studi S3 di Universitas Birmingham sejak 1 Oktober 2018.
Raeni merupakan anak ke-2 dari 2 bersaudara atau dengan kata lain dia adalah anak bungsu di keluarganya. Meski begitu, Raeni tidaklah tumbuh sebagai anak bungsu yang identik dengan sifat manja atau tergantung pada anggota keluarga.
Dalam menjalani kehidupannya, menurut Raeni, ada banyak hal positif yang bisa kita ambil dari setiap orang di sekitar kita yang menginspirasi.
Berikut ini ada beberapa tips dari Raeni yang mungkin bisa kamu lakukan:
- Jangan mentarget waktu belajar. Sebaliknya belajarlah dimanapun dan kapanpun untuk mendapatkan hasil optimal.
- Kepintaran atau kecerdasan seseorang tidak sepenuhnya berhubungan dengan apa yang kamu makan karena faktanya niat dan kemauan keras bisa membuat orang yang makanan sehari-harinya hanya tahu tempe lebih sukses dibandingkan orang yang makan telur atau daging.
- Pertimbangkan ranking universitas, modul yang ditawarkan, reputasi pendidik atau profesor dan kemampuan calon mahasiswa untuk menentukan universitas mana yang dipilih.
- Jika kamu ingin bersaing di luar negeri, maka kamu harus percaya diri, menunjukkan integritas dan karakter unggul.
- Tingkatkan kemampuan bahasa inggrismu (bahasa asing) dengan praktek,praktek dan praktek!
Sumber: ehef.id dan unnes.ac.id
