Skip to Content
Loading...
Medankampus.com
Medankampus.com
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Dosen USU Kembangkan Potensi Pertanian dan Peternakan di Langkat

Program ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi lokal melalui usaha peternakan berbasis pemberdayaan. Langkah-langkah yang diambil mencakup pembentuk

Salah satu Dosen USU sedang berbincang dengan seorang peternak di Desa Halaban, Langkat (Foto: USU)

Medankampus.com - Desa Halaban di Kecamatan Besitang memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor pertanian dan peternakan. Dengan lahan yang luas dan subur serta iklim yang mendukung, desa ini menjadi tempat yang ideal untuk mengembangkan usaha agribisnis.

Namun, meskipun memiliki potensi, kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat masih tergolong lemah, dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai buruh tani atau buruh ternak dengan pendapatan yang rendah dan tidak stabil.

Kondisi ini disebabkan oleh pola pikir masyarakat yang lebih terikat pada pekerjaan upahan daripada mengembangkan usaha mandiri. Akibatnya, kemandirian ekonomi masyarakat rendah dan peningkatan kesejahteraan berjalan lambat.


Program peternakan yang pernah ada tidak berkelanjutan karena keterbatasan modal, lemahnya manajemen usaha, dan minimnya pendampingan.

Menanggapi situasi ini, dua dosen dari Universitas Sumatera Utara (USU) berinisiatif melakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberdayakan masyarakat Desa Halaban melalui pengembangan kelompok ternak yang mandiri dan berkelanjutan.

Dr. Abdillah Arif Nst, SE., M.Si. Ak, dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Aulia Arif Nasution, SH, MH, dari Fakultas Vokasi, memimpin program ini yang berlangsung dari Juni hingga November 2025.


Program ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi lokal melalui usaha peternakan berbasis pemberdayaan. Langkah-langkah yang diambil mencakup pembentukan kelompok ternak, penyediaan induk ternak dan kandang, pelatihan manajemen usaha dan kewirausahaan, serta pendampingan intensif.

Luaran yang diharapkan meliputi publikasi, peningkatan kapasitas mitra, dan tumbuhnya semangat gotong royong di masyarakat.

Dr. Abdillah Arif Nst menjelaskan bahwa pengalaman sebelumnya menunjukkan beberapa faktor yang menyebabkan usaha ternak tidak bertahan lama, seperti keterbatasan modal dan lemahnya manajemen usaha.


Meskipun permintaan hasil ternak tinggi, masyarakat kesulitan memasarkan produk mereka karena dominasi perusahaan besar di wilayah tersebut.

Selain dampak ekonomi, kegiatan ini juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Pembentukan kelompok mendorong masyarakat untuk mengembangkan nilai gotong royong dan komitmen kolektif dalam mencapai tujuan bersama, sejalan dengan prinsip Pancasila.

Selama pelaksanaan program, capaian yang diraih melebihi target awal. Kelompok ternak aktif menjalankan kegiatan, pembangunan kandang selesai sesuai rencana, dan induk ternak berkembang dengan baik.

Baca Juga: 

Pelatihan manajemen usaha dan kewirausahaan mendapat respons positif, terlihat dari meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha secara lebih profesional.

Secara keseluruhan, perubahan sikap dan pola pikir masyarakat menunjukkan semangat wirausaha yang meningkat, kemampuan kolaboratif, dan kesadaran untuk mengelola usaha dengan lebih baik. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Desa Halaban.


Sumber: Humas USU
Editor: Admin

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?