- Diposting oleh : Lian
- pada tanggal : 10 Maret
![]() |
| Ruang kuliah Dtech Engineering yang terintegrasi dengan Akademi Inovasi Indonesia (AII) | Foto: Spesial |
Medankampus.com - Di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Dtech Engineering menerapkan model pendidikan berbeda dari kebanyakan perguruan tinggi di Indonesia, mereka terintegrasi dengan Akademi Inovasi Indonesia (AII) dan didukung oleh PT Dtech Inovasi Indonesia.
Lembaga ini tidak memungut biaya kuliah maupun uang gedung dari mahasiswanya, tetapi mewajibkan mereka menghasilkan karya inovatif sebagai bagian utama proses pembelajaran.
Model tersebut dikenal sebagai peralihan dari sistem pendidikan berbasis biaya (tuition based education system) menuju sistem pendidikan berbasis inovasi (innovation based education system), di mana mahasiswa belajar dengan menciptakan produk teknologi yang dapat digunakan di dunia industri.
Konsep ini digagas oleh Arfian Fuadi, pendiri Dtech Engineering yang merintis perusahaannya pada 2009. Berangkat dari pengalaman hidup sederhana sebagai penjaga bengkel, Arfian melihat masih lemahnya budaya inovasi teknologi di Indonesia.
Keprihatinan itu mendorongnya merancang sistem pendidikan yang menempatkan penciptaan produk teknologi sebagai inti pembelajaran.
Melalui model tersebut, ia berharap generasi muda mampu menghasilkan inovasi yang dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor.
Program pendidikan di lembaga ini dikenal dengan nama Sustainable Education Project. Proses seleksi mahasiswa dilakukan melalui penulisan esai dan wawancara.
Mahasiswa yang lolos seleksi kemudian langsung terlibat dalam berbagai proyek industri melalui metode teaching factory, yaitu sistem belajar sambil bekerja yang meniru lingkungan industri nyata.
Bergabunglah bersama kami di
Dalam proses pembelajaran, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat dalam praktik desain teknik, produksi, pemasaran, hingga pengembangan identitas produk.
Program tersebut telah berjalan selama beberapa angkatan dengan melibatkan lebih dari 100 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: Kegiatan Bimbel Meningkatkan Kualitas Pengetahuan Anak Hadapi Perubahan dan Perkembangan Zaman
Salah satu proyek yang dihasilkan adalah pembuatan kursi kereta api kelas eksekutif yang kini digunakan pada sejumlah layanan kereta api, seperti Argo Bromo Anggrek, Taksaka, dan Dwipangga.
Selain itu, Dtech Engineering juga disebut telah menangani ratusan proyek teknologi dari puluhan negara serta meraih penghargaan internasional dalam kompetisi desain teknologi yang diselenggarakan oleh General Electric.
Kampus Dtech Engineering di Salatiga terintegrasi dengan Akademi Inovasi Indonesia (AII) dan didukung oleh PT Dtech Inovasi Indonesia.
Lembaga ini merupakan perguruan tinggi vokasi yang menawarkan pendidikan berbasis proyek nyata (real project) di bidang teknik rekayasa.
![]() |
| Tenaga pengajar Dtech Engineering yang menguasai teknologi teknik rekayasa | Foto: Spesial |
Kampusnya berlokasi di Jalan Nusantara, Canden, Kutowinangun Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah.
Melalui AII, lembaga ini membuka program Sarjana Terapan (D4) Teknologi Rekayasa Manufaktur dengan fokus pada pengembangan desain rekayasa, lean manufacturing, dan inovasi produk.
Sistem pembelajarannya menekankan pendekatan learning by doing, di mana mahasiswa terlibat langsung dalam proyek industri selama masa studi.
Selain memperoleh pendidikan tanpa biaya, mahasiswa juga mendapatkan uang saku bulanan.
Namun setelah lulus, mereka memiliki kewajiban menjalani masa bakti selama dua tahun di jaringan perusahaan Dtech Engineering Group.

