Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

25 Mahasiswi UNIMED Berdayakan Perempuan Desa Denai Kuala Lewat Inovasi Spray Antinyamuk Berbahan Serai

Mahasiswa Cumlaude
, 09 Oktober WIB
Mahasiswa UNIMED Berdayakan Perempuan Desa Denai Kuala Lewat Inovasi Spray Antinyamuk Berbahan Serai

Medankampus.com - Sebanyak 25 mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Medan (UNIMED), mengembangkan inovasi produk berbahan serai untuk mendorong pemberdayaan perempuan di Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. 

Melalui program Proyek Kemanusiaan yang berlangsung pada 1 - 30 September 2026, mahasiswa melatih warga mengolah serai menjadi spray antinyamuk bernama NUSAREI.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Himpunan Perempuan Serikat Indonesia (HAPSARI). Program tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan perempuan dalam mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai guna sekaligus membuka peluang pengembangan usaha yang dapat mendukung pendapatan keluarga.


Pelaksanaan kegiatan didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Sudirman, S.E., M.Pd., serta dosen pendamping Anugrah Setiawan, S.E., M.Ec.Dev., Vidya Dwi Amalia Zati, S.S., M.Hum., dan Mukharramah, S.E., M.Si.

Sebelum pelatihan, mahasiswa bersama HAPSARI menggelar diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) dengan para perempuan di Desa Denai Kuala. Diskusi ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya lokal, kebiasaan masyarakat, serta kebutuhan keterampilan yang dapat dikembangkan melalui kegiatan pemberdayaan.

Hasil diskusi menunjukkan bahwa warga telah terbiasa memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran, tanaman obat, rempah-rempah, dan buah-buahan. Serai menjadi salah satu tanaman yang mudah ditemukan dan telah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Potensi tersebut kemudian dikembangkan melalui pelatihan pengolahan serai menjadi produk spray antinyamuk. Para peserta mengikuti proses pembuatan secara langsung, mulai dari persiapan dan pengolahan bahan, pencampuran, pengisian ke dalam botol, hingga pengemasan produk.


Produk tersebut diberi nama NUSAREI, yang terinspirasi dari Rumah Nusa, bagian dari HAPSARI. Rumah Nusa atau Nutrisi Keluarga berkaitan dengan pembibitan tanaman dan upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Pengembangan NUSAREI menjadi salah satu bentuk pemanfaatan tanaman yang tersedia di lingkungan masyarakat agar memiliki nilai tambah.

Ketua Pelaksana Harian HAPSARI, Sri Rahayu, menilai kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi langkah positif untuk memperluas keterampilan perempuan dalam memanfaatkan potensi di sekitar tempat tinggal mereka.

"Kegiatan pemberdayaan perempuan melalui Proyek Kemanusiaan mahasiswa UNIMED di Desa Denai Kuala merupakan langkah positif dalam mendukung perempuan untuk mengembangkan keterampilan dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan mereka," tutur Sri Rahayu.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman dalam mengolah serai menjadi NUSAREI, tetapi juga memperkenalkan tahapan pengemasan dan pengenalan produk kepada masyarakat. Dengan demikian, perempuan diharapkan dapat melihat peluang pengembangan produk lokal sebagai salah satu alternatif kegiatan ekonomi keluarga.


Sri Rahayu menambahkan, potensi Desa Denai Kuala tidak hanya terletak pada ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga pada kemauan perempuan untuk belajar, bekerja sama, dan mengembangkan hasil tanaman yang dimiliki.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan setelah program berakhir. Dukungan pemerintah desa dan keberlanjutan kerja sama dengan perguruan tinggi juga dinilai penting agar kegiatan pemberdayaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Melalui Proyek Kemanusiaan ini, mahasiswa UNIMED dan HAPSARI mendorong pemanfaatan pekarangan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga sebagai sumber inspirasi bagi pengembangan produk lokal. Inisiatif tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi perempuan Desa Denai Kuala untuk mengembangkan keterampilan produktif dan menjajaki peluang usaha berbasis potensi desa. (Admin)

Iklan

iklan