Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Diduga Depresi! Mahasiswa Tewas Usai Jatuh dari Lantai 22 Kampus Unpri Medan

Penulis Cantik
, 12 Oktober WIB
Diduga Depresi! Mahasiswa Tewas Usai Jatuh dari Lantai 22 Kampus Unpri Medan (Editor foto by Medankampus.com)

Medankampus.com - Seorang mahasiswa bernama Difo Rafael Andika Girsang meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai 22 gedung Universitas Prima Indonesia (Unpri), Medan, Sumatera Utara, Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. 

Polisi masih mendalami kronologi kejadian, termasuk menganalisis rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi.

Pihak Unpri memastikan korban bukan mahasiswa kampus tersebut, melainkan mahasiswa Universitas Satya Terra Bhineka yang berlokasi di Kecamatan Medan Sunggal, Medan.

Kepala Humas Unpri, Devi Marlin, mengatakan korban sempat ditemukan dalam kondisi masih bernapas dan memiliki denyut nadi. 


Pihak kampus kemudian menghubungi Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima untuk memberikan pertolongan medis.

"Karena kami melihat ada yang tergeletak di lantai 10 dan juga melihat korban masih bernapas serta denyut nadinya juga masih ada, maka kami mempunyai inisiatif menghubungi RS terdekat (RSU Royal Prima)," kata Devi, seperti dilansir Detikcom.

Menurut Devi, petugas medis membawa korban ke rumah sakit dan memberikan bantuan pernapasan. Namun, upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil dan korban dinyatakan meninggal dunia.

"Maka pihak RSU Royal Prima membawa korban ke RS serta memberikan pertolongan pernapasan. Namun korban tidak merespons dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit," ujarnya.


Polisi Dalami Kronologi Kejadian

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai kejadian tersebut pada Rabu malam. 

Berdasarkan informasi awal, korban diduga jatuh dari lantai 22 salah satu kampus swasta di Kecamatan Medan Petisah.

"Korbannya laki-laki. Diduga lompat dari lantai 22," kata Adrian, Rabu (7/10/2026) malam.

Saat menerima laporan, polisi belum memastikan identitas maupun status korban sebagai mahasiswa. 

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut.

Adrian juga menyampaikan bahwa jenazah semula direncanakan dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk penanganan lebih lanjut.


CCTV Menunjukkan Korban Datang Sendirian

Dalam perkembangan penyelidikan, polisi turut memeriksa rekaman CCTV di lingkungan kampus. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban terlihat datang seorang diri.

Meski demikian, polisi masih mempelajari dan menyusun urutan rekaman CCTV untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kejadian tersebut.

"Kalau lihat hasil sementara di CCTV-nya datang sendiri. Namun, ini lagi kami pelajari CCTV-nya. Kami lagi mengurutkan dulu," jelas pihak kepolisian.

Hasil analisis rekaman tersebut diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban terjatuh.


Keluarga Menolak Autopsi

Setelah kejadian, keluarga korban disebut menolak pelaksanaan autopsi dan menerima kematian korban. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan.

"Jenazah korban langsung diserahkan ke keluarga. Enggak mau diautopsi. Mereka artinya sudah ikhlas," demikian keterangan yang dirangkum.

Sementara itu, pihak kepolisian menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari keluarga, korban disebut sedang mengalami depresi berat. 

Namun, informasi tersebut merupakan keterangan dari keluarga dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kejadian.


Diketahui juga bahwa korban sebelumnya pernah datang ke Unpri ketika sebuah gereja mengadakan kegiatan di aula kampus. 

Selain itu, jarak tempat tinggal korban dengan kampus Unpri disebut relatif dekat.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami kronologi kejadian melalui pemeriksaan lokasi dan analisis rekaman CCTV. 

Penyebab pasti peristiwa tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.


Sumber: Dirangkum dari berbagai sumber
Editor: Admin

Iklan

iklan