Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Inilah Negara ASEAN dengan Kualitas Pendidikan Terbaik, Indonesia Peringkat Berapa?

Penulis Cantik
, 10 Oktober WIB
Inilah Negara ASEAN dengan Kualitas Pendidikan Terbaik, Indonesia Peringkat Berapa?

Medankampus.com - Singapura menempati posisi teratas dalam pemeringkatan pendidikan negara-negara Asia Tenggara berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025. 

Capaian tersebut tercermin dari skor tinggi yang diraih Negeri Singa dalam bidang sains, matematika, literasi membaca, dan pemecahan masalah komputasional (computational problem solving).

Sementara itu, Indonesia berada di posisi keenam dalam daftar negara ASEAN berdasarkan skor PISA 2025. 

Hasil ini menunjukkan masih adanya kesenjangan capaian pendidikan antara Indonesia dan sejumlah negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.


Mengutip The Star, hasil PISA 2025 dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Paris pada Senin (7/9/2026). 

Asesmen tersebut diikuti lebih dari 760.000 pelajar dari 91 negara dan ekonomi, menjadikannya partisipasi terbesar sepanjang penyelenggaraan PISA.

PISA merupakan asesmen internasional berskala besar yang diselenggarakan OECD setiap tiga tahun. 


Penilaian ini mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan dasar di bidang literasi membaca, matematika, dan sains. 

Pada PISA 2025, penilaian juga mencakup kemampuan pemecahan masalah komputasional.

Singapura Unggul di Berbagai Bidang

Dalam hasil PISA 2025, Singapura mencatat skor 560 untuk sains, 563 untuk matematika, 535 untuk membaca, serta 563 untuk computational problem solving (CPS).

Perolehan tersebut menempatkan Singapura di posisi teratas dalam perbandingan pendidikan negara-negara ASEAN yang tercantum dalam hasil penilaian tersebut. 

Skor matematika dan CPS Singapura sama-sama mencapai 563, sedangkan skor sainsnya berada di angka 560.

Vietnam menempati posisi kedua dengan skor 457 untuk sains, 443 untuk matematika, 392 untuk membaca, dan 461 untuk CPS. 


Brunei Darussalam berada di urutan ketiga, dengan skor sains 439, matematika 435, membaca 426, serta CPS 496.

Thailand menempati posisi keempat dengan skor 432 untuk sains, 407 untuk matematika, 392 untuk membaca, dan 476 untuk CPS. 

Malaysia berada di posisi kelima dengan skor 419 untuk sains, 397 untuk matematika, 393 untuk membaca, serta 484 untuk CPS.

Indonesia Berada di Posisi Keenam

Indonesia menempati posisi keenam dalam pemeringkatan negara ASEAN berdasarkan data PISA 2025. 

Skor yang dicatat Indonesia masing-masing sebesar 389 untuk sains, 364 untuk matematika, dan 365 untuk membaca. Sementara itu, skor pemecahan masalah komputasional mencapai 427.

Capaian tersebut masih berada di bawah Singapura, Vietnam, Brunei Darussalam, Thailand, dan Malaysia dalam perbandingan regional yang disajikan.


Adapun Kamboja berada di posisi ketujuh, dengan skor 382 untuk sains, 366 untuk matematika, dan 347 untuk membaca. Data CPS Kamboja tidak tersedia. 

Filipina menempati posisi kedelapan dengan skor 373 untuk sains, 371 untuk matematika, 367 untuk membaca, dan 434 untuk CPS.


Berikut perbandingan skor PISA 2025 delapan negara ASEAN berdasarkan data yang dihimpun:

Sumber: Google

*Catatan: CPS merupakan singkatan dari computational problem solving. Tanda — menunjukkan data tidak tersedia.

Hasil PISA memberikan gambaran mengenai kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan untuk menghadapi persoalan nyata. 

Meski demikian, skor PISA bukan satu-satunya ukuran kualitas pendidikan suatu negara. 

Faktor lain, seperti pemerataan akses pendidikan, kompetensi guru, kondisi sekolah, dan dukungan terhadap proses belajar, juga penting dalam menilai perkembangan sistem pendidikan.


Bagi Indonesia, hasil tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kemampuan dasar siswa, khususnya dalam matematika, literasi membaca, dan sains. 

Peningkatan kompetensi tersebut penting agar peserta didik mampu menghadapi perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Dengan membandingkan hasil asesmen internasional dan memperhatikan kondisi pendidikan di dalam negeri, pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat merumuskan langkah perbaikan yang berkelanjutan demi meningkatkan mutu pendidikan nasional.


Sumber: Dirangkum dari berbagai sumber
Editor: Admin

Iklan

iklan